Resmi Dilantik, pagar Nusa Cabang Istimewa Taiwan Mantapkan Peran Khidmah di Negeri Perantauan

Taichung —18 Januari 2026. Pagar Nusa Cabang Istimewa Taiwan resmi melaksanakan peresmian dan pelantikan kepengurusan masa khidmah 2025–2028, yang dirangkai dengan peringatan Harlah Pagar Nusa ke-40. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat konsolidasi organisasi, pengabdian, serta komitmen Pagar Nusa di negeri perantauan.

Ketua PCI Pagar Nusa Taiwan, Kang M. Fuad Hasyim, dalam sambutannya menyampaikan tujuh pesan utama kepada seluruh pengurus dan anggota. Ia menekankan pentingnya menjalankan amanah organisasi sesuai visi dan misi Pagar Nusa, menjaga marwah organisasi, serta menghindari provokasi dan perpecahan.Selain itu, seluruh kader diminta untuk terus bersinergi dengan Banom NU di Taiwan, mengembangkan organisasi di manapun berada tanpa meninggalkan tradisi, serta mengedepankan ukhuwah Islamiyah, kekompakan, dan khidmah kepada NU. Pendekar Pagar Nusa juga diharapkan mampu merangkul seluruh lapisan masyarakat, bersikap moderat dalam kehidupan sosial, serta senantiasa menghormati guru, pelatih, dan sesama pendekar.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum PP Pagar Nusa, Bapak Edi Juanedy, memberikan apresiasi tinggi terhadap kiprah Pagar Nusa Taiwan. Menurutnya, di tengah kesibukan para anggotanya dalam mencari nafkah di luar negeri, Pagar Nusa Taiwan tetap mampu berkembang, mencetak kader baru, serta menjadi media syiar, pelestarian tradisi dan budaya.Ia menegaskan bahwa kecintaan kader Pagar Nusa Taiwan terhadap organisasi bukanlah kecintaan yang biasa, melainkan wujud pengabdian yang nyata.Dalam pesannya, Waketum PP Pagar Nusa menekankan pentingnya menjaga marwah organisasi, satu komando dalam struktur kepemimpinan sesuai AD/ART, kesiapsiagaan ketika NU membutuhkan, serta sinergi dengan seluruh Banom NU dan komunitas sosial budaya. Pendekar Pagar Nusa juga dituntut mampu membagi waktu antara bekerja dan berorganisasi, memiliki ketahanan fisik dan mental, berakhlak mulia, berwawasan kebangsaan, berlandaskan nilai Ahlussunnah wal Jama’ah, serta berdikari dan tidak menjadi beban bagi siapa pun.

Dari Majelis Pendekar Pagar Nusa, KH. Ubaidillah Suwito, disampaikan pesan mendalam terkait pengijazahan dalam tradisi NU dan Pagar Nusa yang bersifat sakral, bersanad keilmuan hingga Rasulullah SAW. Pengijazahan tersebut bertujuan memperkokoh iman, memperoleh keberkahan, serta perlindungan bagi diri, keluarga, organisasi, bangsa, dan negara.
Beliau menegaskan bahwa keilmuan Pagar Nusa tidak boleh digunakan secara sembrono, melainkan harus dilandasi ketawadhuan, kerendahan hati, dan semangat merangkul semua golongan. Pendekar Pagar Nusa harus menjadi juru damai, penengah konflik, serta membawa kesejukan di tengah masyarakat. Di negeri orang, setiap pendekar dituntut menjadi teladan, karena setiap gerak langkah adalah cerminan wajah Indonesia di mata dunia.

