Khidmah Pagar Nusa Taiwan dalam Mujahadah Kubro Harlah 1 Abad NU

Taipei, Taiwan | 8 Februari 2026 —Dalam rangka memperingati Hari Lahir Nahdlatul Ulama (NU) ke-100, Nahdlatul Ulama menggelar Mujahadah Kubro yang berlangsung khidmat di Stadion Gajayana, Kota Malang, Jawa Timur. Acara monumental ini dihadiri ratusan ribu jamaah Nahdliyin dari berbagai daerah, para ulama, habaib, pengurus NU, serta unsur pemerintahan.Mujahadah Kubro menjadi momentum spiritual dan kebangsaan untuk memperkuat nilai-nilai keislaman Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah, meneguhkan persatuan umat, serta mendoakan keselamatan bangsa dan negara Indonesia di usia satu abad Nahdlatul Ulama.

Dalam kesempatan bersejarah tersebut, Pagar Nusa Taiwan turut berkhidmah secara simbolik, melalui kehadiran Kang Yusron yang membawa bendera Pagar Nusa Taiwan dalam rangkaian Mujahadah Kubro.Kang Yusron merupakan kader Pagar Nusa asal Jawa Timur yang saat ini memiliki keterkaitan dan khidmah bersama Pagar Nusa Taiwan, serta turut mengikuti rangkaian Mujahadah Kubro bersama para pendekar, ulama, dan warga NU lainnya. (Kang Yusron tidak datang langsung dari Taiwan, tetapi mewakili Pagar Nusa Taiwan secara simbolik.)Kehadiran perwakilan Pagar Nusa dari luar negeri ini menjadi bukti bahwa Pagar Nusa sebagai badan otonom NU tidak hanya berkembang di dalam negeri, tetapi juga aktif dan solid di mancanegara, termasuk di Taiwan. Hal ini menunjukkan kuatnya ikatan ideologis, spiritual, dan organisatoris Pagar Nusa dengan jam’iyah Nahdlatul Ulama, tanpa batas wilayah dan geografis.
Mujahadah Kubro Harlah 1 Abad NU juga diisi dengan dzikir, doa bersama, shalawat, serta pesan-pesan kebangsaan dan keummatan dari para tokoh NU. Seluruh rangkaian acara berlangsung dengan penuh kekhusyukan dan semangat persatuan, mencerminkan wajah Islam yang damai, moderat, dan rahmatan lil ‘alamin.Melalui kehadiran Kang Yusron sebagai perwakilan Pagar Nusa Taiwan, diharapkan semangat khidmah, persaudaraan, dan perjuangan NU terus terjaga dan menguat, baik di tanah air maupun di luar negeri, menuju NU yang semakin berdaya dalam memasuki abad kedua.

