Sejarah Pagar Nusa Taiwan: Dari Pertemuan Individu hingga Penetapan Hari Lahir

Bagian 1 – Awal mula berdirinya Pagar Nusa di Taiwan
Taichung, Minggu, 23 November 2025 —
Berdirinya gerakan pencak silat Pagar Nusa Taiwan pada mulanya dilatarbelakangi oleh kegelisahan sebagian warga Pagar Nusa yang berada di Taiwan. Salah satu tokoh yang merasakan kegelisahan tersebut adalah Kang Alif, yang melihat belum adanya wadah resmi bagi praktisi pencak silat Pagar Nusa di negeri perantauan.
Pencak silat Pagar Nusa Taiwan tidak serta-merta lahir sebagai organisasi resmi. Menurut penuturan Kang Alif, cikal bakal gerakan ini bermula dari sebuah insiden kecelakaan kerja yang dialami Kang Kace, asal Tulungagung. Peristiwa tersebut memantik kepedulian dan solidaritas sesama praktisi silat yang berada di Taiwan.
“Waktu itu saya punya inisiatif untuk mengumpulkan teman-teman Pagar Nusa yang ada di Taiwan,” tutur Kang Alif.
Melalui media sosial Facebook, Kang Alif menyebarkan pengumuman untuk mengadakan kumpul darat. Pertemuan pertama tersebut dihadiri oleh sekitar 50 orang. Agenda utama saat itu adalah penggalangan dana untuk membantu Kang Kace yang mengalami kecelakaan kerja, sekaligus menjalin silaturahmi antar sesama.
Dari pertemuan awal tersebut, muncul gagasan untuk mengadakan peringatan hari lahir (harlah). Alhasil, terselenggaralah Harlah Pagar Nusa dan Harlah PCINU pertama di Taiwan, yang dihadiri sekitar 15 orang. Karena masih bersifat perkumpulan biasa dan belum terbentuk secara struktural, kegiatan tersebut dilaksanakan secara sederhana melalui tumpengan pada Januari 2016 di Taman Zhonggang, Xitun, Taichung.

Kang Indro menuturkan bahwa dalam acara harlah tersebut juga dibahas rencana untuk mengadakan kumpulan skala besar. Tujuan utama dari agenda tersebut adalah untuk menentukan secara resmi hari lahir Pagar Nusa Taiwan.
“Dari pembahasan itu, disepakati perlunya pertemuan besar untuk memutuskan lahirnya Pagar Nusa Taiwan,” jelas Kang Indro.
Singkat cerita, berdasarkan penuturan Kang Alif dan Kang Indro, kumpulan skala besar tersebut akhirnya terlaksana pada 16 Februari 2016 di Lapangan Kambing, Taichung. Waktu tersebut bertepatan dengan perayaan Konien atau Tahun Baru Imlek.
Lapangan Kambing, menurut Kang Alif, pada saat itu menjadi titik kumpul sekaligus markas tidak resmi para anggota Pagar Nusa. Pertemuan tersebut dihadiri oleh warga Pagar Nusa dari berbagai wilayah di Taiwan.
Agenda utama kumpulan skala besar tersebut adalah pembentukan kepengurusan organisasi. Menurut Kang Alif, sebuah organisasi tidak akan berjalan tanpa kepemimpinan yang jelas.
“Organisasi itu harus ada yang memimpin. Kalau tidak ada kepengurusan, pasti akan bubar kembali,” tegasnya.
Dalam musyawarah tersebut, para peserta sepakat menetapkan 16 Februari 2016 sebagai hari lahir Pagar Nusa Taiwan. Dua nama kemudian diajukan sebagai kandidat ketua, yaitu Kang Rohmat dan Kang Heri.

Setelah melalui diskusi panjang, Kang Rohmat menyatakan menolak untuk menjadi ketua. Dengan demikian, forum musyawarah secara mufakat menunjuk Kang Heri Kentung (Karanganyar) sebagai ketua pertama Pagar Nusa Taiwan, dengan Kang Rohmat sebagai wakil ketua.
Namun, karena keterbatasan waktu akibat pekerjaan sebagai pekerja migran, Kang Heri tidak dapat aktif secara maksimal. Kepemimpinan kemudian dilanjutkan oleh Kang Rohmat yang naik sebagai ketua kedua Pagar Nusa Taiwan.
Beberapa bulan setelahnya, kembali digelar agenda triwulan di Lapangan Kambing, Taichung. Kegiatan tersebut dihadiri oleh PK Mukti, Sekretaris PCINU Taiwan. Dalam kesempatan itu, PK Mukti memberikan saran agar Pagar Nusa Taiwan masuk dan bernaung secara resmi di bawah PCINU.
Menurut keterangan Kang Alif, terdapat beberapa tokoh yang turut berperan menjembatani proses tersebut, di antaranya PK Mukti, PK Nurudin, dan PK Yogi. Meskipun bukan anggota Pagar Nusa, mereka pada saat itu dianggap sebagai figur yang mampu menjadi panutan.
“Karena Pagar Nusa belum memiliki pembina, akhirnya beliau-beliau diangkat sebagai dewan pembina Pagar Nusa,” ujar Kang Alif.
Setelah pertemuan tersebut, dilakukan kunjungan silaturahmi ke PCINU Taiwan untuk memperkenalkan secara resmi Pagar Nusa sebagai organisasi pencak silat yang tumbuh dan berkembang di lingkungan warga NU Taiwan.
Penetapan tanggal 16 Februari 2016 sebagai hari lahir Pagar Nusa Taiwan menjadi tonggak penting dalam perjalanan organisasi pencak silat di tanah perantauan. Dari pertemuan sederhana antarindividu, solidaritas sosial, hingga musyawarah besar yang menyatukan warga Pagar Nusa dari berbagai wilayah Taiwan, proses ini menunjukkan bahwa Pagar Nusa Taiwan tumbuh dari semangat kebersamaan dan kepedulian.
Namun, penetapan hari lahir tersebut bukanlah akhir dari perjalanan. Justru dari sinilah babak baru dimulai. Tantangan berikutnya adalah membangun struktur kepengurusan yang solid, menentukan arah kepemimpinan, serta menjalin hubungan resmi dengan PCINU Taiwan agar Pagar Nusa dapat berkembang secara berkelanjutan dan terorganisir.
Kisah mengenai proses pembentukan kepengurusan, dinamika kepemimpinan, serta masuknya Pagar Nusa Taiwan ke dalam struktur PCINU akan dibahas lebih lanjut pada tulisan selanjutnya.

